Community

Tolong-menolong Masih Menjadi Budaya Kami

Tolong-menolong Masih Menjadi Budaya Kami

Seperti pelaksanaan perayaan hari besar Islam dan gotong royong memperbaiki jalan sebagai kepentingan bersama yang dilakukan secara bersama, hal yang sama juga dapat dirasakan oleh siapa saja yang ada di antara mereka. Ya, tentu saja untuk kepentingan pribadi salah seorang di antara mereka, misalnya, ketika ada hajatan atau acara pernikahan. Tuan rumah (yang punya hajatan) hanya perlu menyabi para tetangga dan selanjutnya mereka akan datang untuk membantu. Sementara itu fungsi uang dinon-aktifkan sebagai imbalan dari jasa.

Seperti biasanya, setiap menjelang acara pernikahan salah seorang dari anggota masyarakat, sebulan sebelum pelaksanaan acara, mereka mengumpulkan kayu bersama, jenis kayu yang paling sering digunakan adalah kayu dari pohon getah alias pohon karet. Entah apa sebabnya, mungkin karena pohon karet masih mudah untuk dijumpai, maklumlah dahulu karet sempat menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat, tapi sekarang tidak lagi.
Dalam perkara tolong-menolong dalam hal mengambil kayu, masyarakat mengambil bidangnya masing-masing sesuai peran yang bisa dilakukan. Ada yang menebang kayu, memotong, mengangkut, membelah, dan menyusun.