Community

Tolong-menolong Masih Menjadi Budaya Kami

Tolong-menolong Masih Menjadi Budaya Kami

Oleh: Saripaini

“Ada uang ada barang” telah dikenal oleh seluruh masyarakat dan bukan hal yang aneh bagi kehidupan di kota dan tak terkecuali di desa, sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup dan tuntutan ekonomi. Dalam bahasa biologi hal ini dikenal dengan istilah simbiosis mutualisme.

Kehidupan di kota dan di desa jelas berbeda. Begitu pula dengan hukum yang berlaku di masyarakat. “Ada uang ada jasa” secara umum istilah tersebut adalah kenyataan yang nyata adanya terjadi di kota, tetapi di desa istilah itu tak selalu berlaku.

Kerja sama merupakan aktivitas biasa bagi masyarakat yang tinggal di desa, tingkat kepedulian antar sesama masih dipegang teguh. Hakikat manusia sebagai makhluk sosial dapat dirasakan secara utuh. Dimana upah atau gaji tidak melulu berlaku, ada kalanya kepedulian sosial dipandang lebih beharga dari pada uang.

Banyak hal yang dilakukan bersama oleh masyarakat yang tinggal di desa. Contohnya saja masyarakat Parit Deraman Hulu yang masih lekat dengan budaya tolong menolong, dimulai untuk kepentingan bersama hingga untuk kepentingan pribadi dari anggota masyarakat.