Community

Wakaf Sepanjang Alur Sungai Kapuas–Destinasi Wisata nan Apik Punya

Wakaf Sepanjang Alur Sungai Kapuas–Destinasi Wisata nan Apik Punya
Foto kunjungan Beni Thanheri, Senin, 161120

Di atas tanah wakaf itu telah berdiri ratusan mesjid, madrasah dan pekuburan. Jika ditata dalam agregat wisata syariah semuanya memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah. Mesjid menjadi daerah kunjungan wisata ruhani, wisata sejarah, dan wisata edukasi. Madrasah demikian adanya. Tidak terkecuali pekuburan. Pekuburan juga mempunyai riwayat sejarah. Jika pekuburan di atas tanah wakaf didandani sedemikian rupa–tersulam dengan budaya warga di sekitarnya akan menjadi museum kehidupan yang eksotik dan menarik. Tinggal menyusun narasi dan mempi-ar-kannya ke pemilik niat wisata domestik ataupun mancanegara. Terutama wisata syariah.

Kita merujuk Brunei dengan wisata kampung terapungnya. Menyerap ratusan ribu pengunjung saban tahun. Begitu pula waterfront city Kuching dan Singapore. Kita punya Kapuas yang terpanjang di Indonesia dan sangat eksotik. Kaya dengan dederan kisah sejarah bertumpu pada mesjid, madrasah dan pekuburan. Lokasi wakaf para pendahulu yang hatinya terpaut kepada Tuhan Seru Sekalian Alam. Lihat pekuburan Sungai Raja sampai pada pekuburan kesultanan di Batulayang. Semua berada di bibir Kapuas yang indahnya tiada tara. Apalagi saat-saat langit bersepuh emas, temaram di kala senja. Amboy, indahnya tiada tara. Hati pun segera terhubung dengan nilai universal yang dipancarkan energi ilahiah. Energi adikuasa milik Tuhan.