Home > Community > Akhir Semester dan Pertemanan

Akhir Semester dan Pertemanan

Oleh: Tuti Alawiyah

Meninggalkan keluarga memang bukan hal yang mudah, terlebih untuk jangka waktu yang cukup lama. Meskipun jarak tempuh Parit Langgar dan Pontianak tidak terlampau jauh, tetap saja ada sedikit kesedihan ketika harus meninggalkan keluarga. Karena saya yakin dibalik kesedihan merupakan cara kebaktian saya mencintai keluarga.

Sebelum kembali melanjutkan perkuliahan ke Pontianak, saya mengucapkan terima kasih atas uang saku yang diberikan. Saya juga meminta maaf dan minta restu kepada orang tua. Saya merasa nyaman dan mudah menyerap ilmu. Karena Rida Allah pun tergantung dari Rida orang tua. Akan ada kekuatan yang sangat luar biasa yang didapatkan.

Saya bersyukur telah menempuh perkuliahan di semester enam ini. Tanpa disadari Praktik Kuliah Lapangan (PKL) dan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) sebentar lagi terlaksana. Hanya menunggu beberapa Minggu lagi. Sebisa mungkin saya mengikuti setiap perkuliahan dengan penuh semangat. Hal ini sebagai kebaktian dan syukur telah menjadi mahasiswa yang diimpikan. Saya biasa duduk di bangku paling depan dan berusaha mendengarkan penjelasan Bapak atau Ibu dosen.

Semester enam merupakan semester yang penuh ujian. Karena berbagai kemalasan mulai menghampiri. Kesibukkan tugas bertubi-tubi yang diberikan dosen. Dan kegalauan yang terjadi antara melanjutkan atau berhenti memilih bekerja. Menyerah.

Beruntung, saya mempunyai kebiasaan yang cukup berbeda dengan teman sekelas. Saya lebih memilih berada di Club Menulis (CM). Bersama mereka yang mengajak saya untuk menulis dan mengikuti lomba menulis.

Kedekatan emosional kami telah terjalin sejak semester satu ketika sering meluangkan waktu bersama. Saya mungkin kehilangan waktu bersama teman-teman sekelas. Namun, Alhamdulillah memiliki teman di CM. Saya sering berkumpul, berdiskusi, menulis dan bercanda bersama mereka.

Saya memiliki mereka yang tidak hanya memberikan bantuan dan dukungan, namun mereka juga sering menegur maupun mengingatkan segala kesalahan. Hal inilah menjadi peningkatan kualitas diri saya dan teman-teman ke depannya nanti. Karena pertemanan merupakan salah satu hal terbaik dalam kehidupan. Tanpa teman seperti makan daging tidak berbumbu, hambar.

Club Menulis IAIN Pontianak, ruang berkipas, Juni 2019.

Berbagi itu indah:

Tulis Komentar

comments

About teraju

Check Also

Instagram dan Generasi Z

Oleh: Adinda Yudiatmira Ramadhani* Perubahan arah baru untuk Generasi Z sangat dibutuhkan pada tahun ini. …