Pertama, Pengistikamahan dan Penjagaan Diri. Hasil dari perjalanan yang dilakukan Rasulullah berupa perintah salat untuk diwajibkan kepada seluruh umat muslim di muka bumi menyiratkan sebuah komitmen. Perintah salat lima waktu dalam sehari hanya bisa disanggupi oleh orang-orang yang memiliki komitmen terhadap Allah sebagai Tuhannya. Dengan komitmen inilah pelaksanaan salat akan terus berlanjut hingga akhir hayatnya, maka kemudian orang ini kita sebut sebagai orang yang istikamah dalam salat.
Apabila salat sudah menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkankan dalam hidup. Maka semua aktivitas seorang muslim akan terjaga dari keterjerumusan kemaksiatan yang merupakan godaan dari setan dan bala tentaranya. Karena itu, keberadaan salat sebagai pengistiqomahan dan penjagaan diri sangatlah urgen dalam kehidupan umat Muslim. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:
Artinya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Ankabut ayat 45)
