Edukasi

Bercengkerama Bersama Isra Mikraj

Bercengkerama Bersama Isra Mikraj

Kedua, Kedisiplinan Diri. Perintah salat sudah ditentukan waktunya, dari mulai subuh hingga Isya. Kita juga diperintahkan untuk tidak melalaikan salat, maksudnya tatkala kumandang azan sudah terdengar hal yang paling baik adalah segera mengerjakan salat. Keadaan demikian setiap hari harus kita kerjakan, ini memanifestasikan kedisiplinan dalam kepribadian kita.

Ketiga, Setiap Perbuatan Ada Konsekuensinya. Apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya merupakan sesuatu yang sepantasnya kita kerjakan, adapun yang dilarang sudah barang tentu ditinggalkan. Semua yang kita lakukan aka nada konsekuensinya, maka sebagai seorang hamba kita akan mendapat ganjaran atas apa yang dilakukan. Ganjaran tersebut berupa balasan dari Allah baik di dunia berupa kenikmatan atau bala, maupun di akhirat berupa surga atau neraka.

Keempat, Perjuangan Manusia Ada Batasannya. Manusia adalah makhluk yang lemah selalu dirundungi kesalahan. Kelemahan tersebut memang sudah menjadi tabiat manusia, manusia sebagai seorang hamba memerlukan pertolongan Allah pada setiap upaya langkah kakinya. Dalam peristiwa Isra Mikraj, ketika Rasulullah menghadap Allah dan kembali ke bumi dengan membawa perintah salat sebanyak 50 waktu hingga pada akhirnya perintah salat hanya sebanyak 5 waktu yang kita kerjakan saat ini. Nah, dari sini bisa diambil ibrah bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam usahanya.

Urgensi Isra Mikraj