Setelah itu, di jam 11.30 hujan mulai gerimis dan perlahan mereda. Kami berangkat dari asrama ke mesjid kampus, shalat Jumat berjamaah. Selesainya shalat berjamaah, kami datangi kelas dan menyusun rapi bangku-bangku yang berantakan. Dengan sedikit kekecewaan semua kawan-kawan datang ke kelas dan menduduki bangku masing-masing. Kecewa karena UTS tetap dilaksanakan hari ini. Mirisnya, dengan perasaan cemas karena harus menghadapi ulangan yang materinya sulit ditambah pikiran kacau, setengah jam berlangsung dosen tidak ada kabar dan kepastian. Beru ada jawaban ketika 40 menit berselang, itupun di jawab oleh asisten dosen lewat sms, jawabannya adalah “dosennya tidak ada, ia sedang keluar.” Di satu sisi kami bahagia dengan sorak-sorai kawan-kawan semua, dilain sisi kami juga kecewa karena sudah dua kali dosen memberikan jadwal ujian tapi tidak dilaksanakan. Pertama alasannya adalah berkabung melayat keluarga yang meninggal. Kedua, ya seperti yang di jelaskan tadi. Padahal rata-rata mahasiswa semua sudah belajar dan menghafal setiap jawaban soal ulangan yang diberikan, khawatirnya ketika di undur lagi semua yang telah dihafal lupa karena belum lagi UTS-UTS lainnya yang belum rampung. Akhirnya, keputusannya adalah pulang.
Mendulang Hikmah Dibalik Ujian yang Tertunda
