Edukasi

Pahlawan Penindas Ketidaktahuan

Pahlawan Penindas Ketidaktahuan

Ada fenomena yang menarik di tengah masyarakat kita, beberapa kalangan menganggap bahwa menjadi guru di zaman sekarang kurang diminati, pasalnya banyak perguruan tinggi atau kampus yang sudah mencetak lulusan muda dan tersebar dimana-mana. Sehingga kebebasan aktualisasi dan cita-cita seseorang tergadaikan oleh stigma demikian. Padahal sadar atau tidak, seiring dengan berjalannya masa dan perkembangannya, guru-guru yang lebih dahulu mengabdi kepada masyarakat akan dituakan oleh umur dan berkurangnya produktivitas. Sehingga dengan semakin banyaknya lulusan-lulusan guru baru adalah sebagai pengganti dan menambal ketidakproduktivitasan tersebut.

Realitanya Indonesia masih kekurangan guru dengan jumlah yang cukup banyak. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikdub) menyebut kekurangan guru pegawai negeri sipil (PNS) di sekolah negeri mencapai 988.133 guru. Kekurangan terbesar, yaitu Sekolah Dasar (SD) sebesar 460.542 guru. Hal ini membuktikan bahwa masih minimnya tenaga pengajar di negeri kita.

Sementara penduduk Indonesia lebih dari 262 juta itu membutuhkan pendidikan untuk mengembangkan potensi diri demi terbentuknya kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian dan kecerdasan serta pengembangan lainnya. Peran pendidikan sangat signifikan dan strategis bagi jiwa Indonesia.