Data di atas memberikan pemahaman terhadap kita bahwa Indonesia merupakan negara yang malas membaca, padahal seperti yang kita ketahui membaca memberikan banyak sekali manfaat terhadap kapasitas kecerdasan. Sebagaimana diungkapkan Sunindyo (1976: 2), ia mengatakan bahwa membaca sangat bermanfaat karena: dapat mengisi waktu luang dengan kesibukan yang berguna, menambah pengetahuan, meningkatkan keterampilan yang berhubungan dengan hobi, olahraga, dan seni yang sesuai dengan keperluannya sendiri, dapat mengembangkan watak dan perilaku yang baik, serta memanfaatkan perpustakaan-perpustakaan yang ada dalam masyarakat.
Pernyataan Sunindyo tersebut jelas membuktikan bahwa membaca bukanlah perkara membuang waktu semata, akan tetapi banyak manfaat yang dapat kita ambil dari membaca.
Oleh karena itu, mari gerakkan hati kita untuk mulai mencintai buku. Lantas bagaimana caranya menumbuhkan minat baca dalam diri sendiri? Apakah mungkin seseorang yang sama sekali tidak menyukai membaca bisa menjadi gemar membaca? Mungkin itu sederet pertanyaan yang terlintas di benak kita.
Yazid bin Abdul Qadir Jawaz dalam bukunya “Waktumu Dihabiskan untuk Apa?” memberikan beberapa tips untuk bisa semangat dan gemar membaca: Pertama, Konsentrasi saat membaca. Berkonsentrasi saat membaca akan memudahkan kita untuk memahami inti dari sebuah buku, dari pemahaman itulah ilmu baru terserap dan kita pun semakin giat membaca.
