Mira dan Agus sudah bolak-balik seluruh tapal batas di Nusantara. Perangkat kerjanya kemas. Tak banyak tas. Ringkas. Bergeraknya tas tas taaaas. Tak pelak dengan jemputan yang piawai lantaran sudah menjadi pelanggan tetap BNPP di Kota Pontianak, Mira, Agus bersama sang sopir, Moko, ketiganya cepat tiba di Trans-Mart. Dari mall terbaru di Kubu Raya ini kami segera menyeberangi Jembatan Kapuas II, memasuki alur jalan Ambawang – Tayan. Di Simpang Ampar kami rehat sejenak untuk menikmati kopi panas. Maklum, lebih kurang tiga jam perjalanan, sebaiknya ada jeda buat istirahat.
***
Ruas jalan tak banyak yang kering. Hujan turun mengguyur bumi Kalbar. Beberapa kali kaca mobil kami disemprot air akibat berpapasan dengan mobil berbadan besar nan melaju kencang. Suara dan gemuruhnya menjadi sensasi tersendiri. Namun kami merasa aman karena Moko lihai mengendalikan kendaraan.Kondisi jalan pun mulus.
Tempo doeloe, kendaraan sulit melaju kencang, karena dipenuhi lubang. Sejurus waktu terakhir, warga Hulu berkata lirih, “Dari Putussibau kami bisa pejam mata sampai ke Pontianak.” Maksudnya jalanan dalam kondisi fit dan mantap.
Karena jalanan mulus, jarak wilayah Timur ke Kota Pontianak biasanya 9 jam perjalanan normal (Sintang-Pontianak), kini bisa dua jam lebih hemat. Bahan bakar pun lebih irit. Banyak hal terasa hemat.
