Featured

Intan Hitam Perbatasan-1

Intan Hitam Perbatasan-1
Lada hitam di atas lampit penjemuran di Desa Puntikayan lk 6 km dari jalan raya Entikong.

Tepat pukul 05.00 pintu border dibuka. Pengunjung pun berhamburan menuju gedung yang berjarak lebih kurang 100 meter dari pagar. Kondisi lantai gedung bersih dan selalu dilap oleh cleaning service. Begitupula toilet. Wangi. Sejurus waktu terdahulu, pesing naudzubillah. Ternyata WNI bisa juga hidup bersih dan wangi.

Di wilayah pintu masuk ada dua petugas. Keduanya melayani warga yang bertanya sesuatu. Wajahnya ramah. Senyumnya sumringah.

***

Border Entikong adalah pos lintas batas tertua di Kalimantan Barat. Dibuka pertama kali oleh Presiden Soeharto tahun 1989. Kala itu jalan dan bangunan tidak semegah sekarang. Sekarang semua peralatan canggih terpasang. Mulai CCTV hingga X-Ray. Kesemua itu alat penunjang keamanan. Sebab penyelundupan bukan barang baru di tapal batas.
“Bukan hanya barang, peti mayat pun melewati X-Ray,” ungkap Fani salah seorang petugas. Pemeriksaan super ketat diperlukan karena Indonesia darurat narkoba. Salah satu jalur masuknya adalah pos darat.

Ada beberapa kasus penemuan barang haram di border ini. Kesemuanya karena reaksi sigap satuan aparat. Tentang hal ini, diperlukan kerjasama semua pihak, termasuk rakyat, yakni dengan melaporkan kepada aparat jika ditemukan adanya sesuatu yang mencurigakan.

Misalnya jenazah. Pernah ditemukan, sesosok mayat itu diisi dengan barang haram narkoba. Syukurnya dapat terungkap. “Begitu jauhnya upaya mereka berbisnis barang haram,” kata Fani.

***