Featured

“Semakin Tua Semakin Jadi” — Inspirasi dari Sang Penyulam Rasa

“Semakin Tua Semakin Jadi” — Inspirasi dari Sang Penyulam Rasa

Di tengah stand yang tak terlalu ramai pengunjung semalam, 19/10/18 perbincangan saya sebagai pengunjung dan Bu Yayuk selaku pemilik stand tak terlalu terganggu, cerita darinya mengalir deras. Saya baru tahu bahwa itu bukanlah lukisan, namun sulaman, hasil sulaman tangan bu Yayuk yang benangnya ia beli dari Rusia. Kepiawaian Bu Yayuk dalam seni menggambar dengan benang di kain bernama sulam inilah yang menyebabkannya lebih dikenal dengan nama Yayuk Sulam.

18

“Saya neh ngetopnya dipanggil Yayuk Sulam,” tambahnya menegaskan.
Menurutnya sudah ada beberapa orang yang berminat membeli hasil sulaman berjudul 8 Dewa tersebut, hanya saja ia baru benar-benar bertemu pembeli yang pas semalam, pembeli yang pas itu adalah orang yang datang bertanya dengannya penuh santun tak ada kesan sombong. “Saya ini pekerja seni,” selorohnya. Menurutnya menjual karya itu bukan soal mendapat keuntungan saja, yang terpenting dari itu adalah penghormatan serta penghargaan calon pembeli pada sang pembuatnya yang tergambar dalam komunikasi dengan sang penyulam itu sendiri, yaitu ibu Yayuk Sulam. Bahkan hasil penjualan Sulaman 8 Dewa yang dibuatnya dalam waktu 2 tahun 12 hari tersebut akan didonasikannya bagi korban gempa dan tsunami Palu.