Kesehatan

Cerita Pak Mantri tentang Kalimantan

Cerita Pak Mantri tentang Kalimantan

“O…niku Mbak, ngene pak mantri, griane teng pojokan lapangan niku lho,” jawab ibu-ibu itu sambil nunjuk rumah yang dimaksud.

“Matur suwun Buk,” saya kemudian menuju rumah pak mantri.

Awalnya saya ragu soal rumah yang saya tuju. Tapi, selang beberapa waktu, ada embah-embah datang bersama cucunya. Di lehernya dikalungkan selendang. Sambil sesekali menarik nafas tersendat. Tanda hidung sumbat.
“Pak mantrine enten Mbak?” Mbah itu tanya pada saya.

“Duko Mbah, kulo ngeh nembe dugi”.

Dari pertanyaan Mbah itu, saya jadi yakin itu rumah yang saya cari. Tak lama, datang laki-laki bersinglet, celana panjang plus topi dari arah pekarangan seberang jalan.

Pak mantri Indra Safri. Beliau sebenarnya sudah pensiun sejak tahun 2007. Setelah sebelumnya beliau bertugas di Karangan Kalbar tahun 1979, dan kemudian ditugaskan di Pustu Teluk Nangka 1987. Dan kini beliau melayani pengobatan mandiri di rumah.

“Awal tugas disuruh milih Papua, Sumatra, Kalbar, entah kenapa saya milih Kalbar,” beliau menceritakan awal mula ditugaskan.

“Saya dulu zaman sekolah, kalau disuruh gambar pulau, selalu pulau Kalimantan yang saya gambar. Tau-taunya, memang harus tugas di Kalimnatan,” kata pak mantri sambil ketawa.