Kuliner

Roti Kap Tetap Menjadi Jajanan Primadona

Roti Kap Tetap Menjadi Jajanan Primadona

Oleh: Saripaini

Sembari berberes bersiap untuk pulang ke rumah, tiba-tiba saja kue roti kap terlintas dalam benakku, “Kalian tau roti kap tak?” tanyaku pada tiga orang anggota Club Menulis yang sibuk dengan kesibukan masing-masing.

“Tau,” jawab mereka nyaris kompak.

“Apa yang kalian tahu tentang roti kap?” tanyaku.

“Gepeng,” kata Khatija lekat dengan senyumnya menggambarkan bentuk kue roti kap yang gepeng seperti daun.

“Tepung gandum,” sambung bang Herman menyebutkan bahan utama roti kap.

“Di kantin Bu Karim ada jual roti kap,” kata Tuti seraya menunjuk ke arah kantin Bu Karim yang terletak di belakang Perpustakaan IAIN Pontianak.

Roti kap, siapa yang tak tahu kue ini, kue dulu-dulu yang masih tetap eksis di zaman sekarang. Kurasa kata eksis itu sangat tepat untuk menjuluki kue dulu-dulu yang saat ini tak sulit untuk ditemukan. Ya, kue dulu-dulu si daun kuning manis ini kerap kali diidentikkan dengan kue orang dulu-dulu atau kue orang zaman dulu. Bahkan aku pernah dikatakan orang dulu-dulu ketika aku memilih membeli roti kap sebagai teman untuk belajar.