Kami terus memacu motor kami perlahan. Selain sambil mengamati dan mencari tanda-tanda orang jual seafood.
Jalan Parem ramai kalau sore. Banyak anak yang bermain di bahu jalan, serta ibu-ibu yang berkumpul bercengkrama mengisi waktu sore.
Sudah agak jauh kami jalan, SDN 05 Parem sudah lewat. Tapi belum juga jumpa dengan yang kami cari. Kembali bertanya jadi pilihan.
“Buk, yang jual seafood di sini, sebelah mana ya?”
“Ow…di darat sanak! Tapi tak ade orang e”, kata 2 Ibu-Ibu yang sedang jalan dari arah darat menuju laut.
“Baleklah kau agik, ‘kan ade di rumah kau,” kata seorang ibu-ibu mengisyaratkan sesuatu.
Akhirnya, kami dipandu hingga sampai ke rumah suplayer seafood. Benar saja, di rumahnya masih banyak seafood yang belum dijual. Sudah dikemas dalam kantong plastik putih kecil. Per kantong Rp. 7.000. Kalau membeli 3 kantong sekaligus, Rp. 20.000.
Kami beli 2, tengkuyung panjang atau tengkuyung sedot serta tengkuyung bulat. Kami sama-sama belum mengerti cara mengolah seafood yang kami beli. Sambil memilih, kami bertanya pada penjual bagaimana cara mengolahnya.
Penjualnya memberi penjelasan singkat. Setelah kami rasa cukup mengerti, kami pulang. Sudah tak sabar ingin berexperimen dengan sesuatu yang baru. Sesampainya di rumah, kami olah tengkuyung panjangnya. Masak asam pedas. Benar saja, ternyata rasanya, ajib…
