Home > Community > Rumah Literasi: Membimbing Kelas JK Rowling

Rumah Literasi: Membimbing Kelas JK Rowling

Oleh: Novie Anggraeni

Hari ini, pada tanggal 20 September 2019. Aku ditugaskan untuk menjadi pembimbing di kelompok III. Ada sekitar 35 orang mahasiswa FUAD yang menjadi peserta di program ini. Diantaranya ada 31 orang dari prodi KPI dan 4 orang dari prodi MD. Namun, hanya ada 20 orang yang dapat hadir, selebihnya ada yang izin dan tanpa keterangan. Meskipun cukup ramai yang tidak hadir, mahasiswa lainnya tetap aktif mengikuti jalannya kelas literasi ini.

Sebelumnya aku telah diberitahu bahwa harus ada inisiatif untuk memberi nama kelompok dengan nama penulis yang terkenal di dunia. Akhirnya aku bersama peserta lainnya menjatuhkan pilihan pada salah satu penulis yang mendunia.

Dimana novelnya telah diterjemahkan dengan berbagai macam bahasa. Bahkan novelnya itupun telah diangkat menjadi sebuah film. J.K Rowling. Ya, siapa yang tidak kenal beliau. Salah satunya ialah Harry Potter. Novel terkenal itu ditulis berawal dari sebuah mimpi yang ditulis dengan khayalan imajinasi hingga menjadi karya yang menakjubkan.

Baca Juga:  Warek I Pesankan Rumah Literasi, Asah Kemampuan Bahasa

Diawali dengan perkenalan singkat, aku pun membentuk 5 kelompok. Agar mempermudah mereka untuk menulis biografi diri pribadi maupun teman sekelas. Selain itu, kelompok itu juga sebagai sarana untuk mempermudah mereka mendiskusikan hasil tulisan masing-masing. Seketika suasana cukup riuh pun menggema memenuhi ruangan I.302 di gedung Tower C lt.3 ini. Setelah mereka berkenalan dengan sesama, suara riuh itu tergantikan dengan sunyi.

Semuanya sibuk menuliskan pemikiran mereka masing-masing. Menceritakan data diri, awal mereka masuk mendaftar kuliah, mengikuti jalannya PBAK, hingga mereka yang saat ini mengikuti kelas Rumah Literasi. Selang beberapa saat kemudian, satu per satu dari mereka pun menunjukkan hasil tulisan mereka. Bagiku mereka sudah cukup baik dalam merangkaikan kata. Walaupun, tentu saja masih ada beberapa yang masih bingung. Aku berusaha membimbing dan mengarahkan mereka.

Sampai tibalah saatnya perwakilan dari kelompok kecil itu membacakan hasil tulisannya. Ada Birry Fakhruddin, Ahmad Fauzi, Nanda Winerly, dan Anisa yang berkesempatan membacakan tulisan mereka. Ada yang terkagum, adapula yang tertawa dengan alur cerita yang dibacakan oleh teman mereka itu.

Baca Juga:  Seminggu Menulis Diary, Ini Ungkapan Peserta Rumah Literasi

Setelah itu, aku memberikan salah satu buku yang disediakan sebagai reward penulis hari ini. Siti Zulaikha menjadi orang yang beruntung hari ini, karena berhasil menulis terbanyak dibandingkan dengan temannya yang lain. Aku berharap mereka tetap berpacu semangat untuk menulis. (*)

Berbagi itu indah:

Tulis Komentar

comments

About teraju

Check Also

Bahagia itu Sederhana

Oleh: Elmansyah Entah malaikat apa yang merasuki mereka, sehingga tua muda bergembira di tengah air …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *