Oleh: Yusriadi
Kamis (5/7/18) malam, atau malam Jumat, telah berpulang ke rahmatullah Dr. Zainuddin Isman. Zis, Pak Jai, Ni Nut, begitu dia disebut, adalah salah satu putra terbaik Kapuas Hulu dan Kalbar, yang pernah dilahirkan.
Dia memiliki segudang pengalaman hidup: sebagai aktivis, akademisi, peneliti, wartawan, politisi. Bagi saya dia guru, mentor, teman dan pengayom.
Dia pernah bertugas di Kalbar dan di Jakarta. Sebagai jurnalis, beliau pernah ditugaskan liputan di luar negeri.
Pak Zai, saya kenal di tahun 90-an sebagai wartawan Kompas untuk Kalbar. Rasanya sebuah hal yang luar biasa bisa bekerja di koran terkemuka Indonesia. Seleksi ketat, media bereputasi, gaji juga bagus. Kerenlah pokoknya.
Saya, yang karena pertemanan dengan staf Harian Kompas, Idham Khalid, jadinya mengenal beliau. Sisi-sisi kehidupan beliau saya kenali. Semuanya semakin rapat ketika saya berkongsi kamar, makan dan minum, saat kontrak rumah di Hentian Kajang, dekat kampus UKM Bangi, Selangor.
Saya merasakan banyak kebaikan yang beliau tebarkan. Bahkan, sampai titik pencapaian kehidupan saya hari ini, beberapa di antara adalah andil beliau. Saya belajar sangat banyak tentang prinsip hidup dan cara berkehidupan, dari beliau. Beliau menjadi model dan contoh saya. Saya sangat berhutang budi.
Panjang cerita, saya mengenalnya sebagai aktivis mahasiswa di tahun 1980.
