Opini

Zainuddin Isman, Dayak Islam dan Korban Kerusuhan Etnik

Zainuddin Isman, Dayak Islam dan Korban Kerusuhan Etnik
Zainuddin Isman (ketiga dari kiri) saat tampil sebagai moderator dalam launching buku biografi Oevaang Oeray di Hotel Mulia, Jakarta. Tampil sebagai narasumber Oesman Sapta, Leo Batubara dan sejarawan JJ Rizal.

Pak Zai kemudian memilih terjun ke dunia politik dan pensiun dari Kompas. PPP melali Om Ca, meminangnya. Jadilah Pak Zai fungsionaris PPP. Pernah menjadi sekretaris wilayah.
Setelah itu beliau juga mencalonkan diri menjadi anggota MPR Utusan Daerah Kalbar. Dan, terpilih.

Tetapi, pilihan itu tidak mulus. Gejolak mempersoalkan beliau muncul. Identitasnya dibicarakan: Melayu, Dayak, Dayak Islam.

Refresentasi yang mana? Demo-demo mewarnai. Apapun, beliau tetap menjadi anggota MPR-UD.

Pada masa yang sama, Pak Zai mengulang kaji. Beliau mendaftarkan di perguruan tinggi di negara jiran, menyusul saya (saya berangkat tahun 1996). Saya senang karena sedikit banyak bisa membantu urusan beliau kala itu.

Kami kuliah di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Beliau berada di bawah bimbingan Prof. Dr. Shamsul Amri Baharuddin. Prof Shamsul adalah salah satu ilmuan Malaysia yang bersinar di negaranya dan di kalangan akademisi dunia.

Prof Shamsul menjadi dekan di fakultas, juga pernah menjadi penasehat politik Mahathir. Jaringan internasionalnya bagus.