Kultur

Gotong Royong, Budaya Bangsa yang Tergerus Zaman

Gotong Royong, Budaya Bangsa yang Tergerus Zaman

Gotong royong adalah bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan. Istilah ini berasal dari gotong berarti “bekerja”, dan royong berarti “bersama”. (wikipedia)

Saat ini kita berada di zaman moderen. Budaya gotong royong, kebersamaan dan keakraban sangat lah susah kita temukan di masyarakat, khususnya masyarakat perkotaan. Karena tuntutan ekonomi serta pekerjaan mengakibatkan minimnya nilai sosial di antara masyarakat.

Sering kali kita temui ketika mencari suatu alamat dan menanyakan kepada warga namun warga tersebut tidak mengetahuinya, padahal orang tersebut merupakan tetangga sebelah rumahnya. Hal semacam ini merupakan hal yang perlu kita benahi karena jalinan sosial yang baik antarmasyarakat akan menambah keharmonisan dalam kehidupan.

Namun jika kita melihat pada masyarakat desa, budaya gotong royong masih sangat kental sehingga jalinan sosial antar warga terikat dengan sangat baik.

Seperti di desa Emparu Baru, kabupaten Sintang. Warga di desa Emparu mayoritas merupakan suku Dayak, sebagian merupakan masyarakat transmigrasi dari pulau Jawa. Keberagaman bukan menjadi penghalang bagi warga untuk saling mengenal dan saling membantu.