Jejak wilayah Kesultanan Pontianak sekarang terdapat Kampung Bugis, Melayu, Tembelan Sampit, Banjar, Bali, Bangka-Belitung, Kuantan, Kemboja, Basir, Siagon, Arab, Tanjung, Kapur, Parit Mayor, dan sebagainya. Berdasarkan nama-nama Kampung tersebut dapat diketahui bahwa meningkatnya jumlah penduduk Pontianak, khususnya golongan peribumi, China, Eropah, dan bangsa lain yang berkaitan erat dengan perkembangan kegiatan pertanian, ekonomi, dan perdagangan. Para pendatang yang menetap di Pontianak secara bertahap dapat menarik penduduk yang ada di daerah asal untuk pindah ke tempat pemukiman yang baru. Semakin banyaknya para pendatang yang membuka perkampungan baru yang berorientasi pada asal daerah dan bangsa, menciptakan heterogenitas etnis yang merupakan salah satu ciri utama komposisi penduduk pontianak. Di daerah Kalimantan Barat pada masa itu telah terjadi urbanisasi dari daerah sekitarnya. Dengan demikian, pontianak menarik penduduk daerah Penghuluan untuk melakukan urbanisasi. Kaum urbanisasi terdiri atas orang Melayu yang pada umumnya berasal daripada mempawah dan Sambas, dan orang Cina yang bermata pencaharian sebagai pedagang.
Napak Tilas Awal Berdirinya Kesultanan Kadriah Pontianak
