Suku Dayak yang merupakan penduduk asli daerah tersebut justru kurang tertarik untuk berurbanisasi ke pontianak, padahal suku bangsa lain dari luar Kalimantan Barat secara terus-menerus bermigrasi ke Pontianak. Jumlah orang Dayak yang menetap di Pontianak realitif lebih kecil dibandingkan dengan Suku bangsa lain. Hal ini disebabkan orang Dayak selalu mengikut sesuatu filsafat bagi hidupnya. Menurut pandangan mereka bahwa hakikat hidupnya adalah sebahagian petani padi. Pekerjaan sebagai Petani dipandang paling mulia karena merupakan rahmat bagi kehidupannya. Oleh karena itu menjadi Petani tentu saja tidak dapat menetap di Pontianak karena tidak tersedianya lahan pertanian yang cukup, apa lagi jika harus menganut sistem perladangan berpindah, mereka bermukim dan membuat Perkebunan di sekitar Sungai Ambawang seperti Kuala Ambawang, Pancaroba, Pugok, Retok, Lingga, dan sebagainya.
Napak Tilas Awal Berdirinya Kesultanan Kadriah Pontianak
