Kultur

Napak Tilas Awal Berdirinya Kesultanan Kadriah Pontianak

Napak Tilas Awal Berdirinya Kesultanan Kadriah Pontianak

Wilayah sebelah Utara Sungai Kapuas dikembangkan orang-orang Cina pada tahun 1772 oleh Lo Fong bersama dengan seratus orang pengikutnya yang berimigrasi dari Provinsi Kanton dan mendarat di Kampung Siantan. Walaupun Lo Fong kemudian meninggalkan Pontianak menuju daerah Mandor. Ia membuka pemukiman baru dengan mendirikan kongsi, tetapi pengaruhnya telah tertanam dan menjadi anutan bagi Cina yang bermukim di Pontianak. Dapat dikatakan bahwa Lo Fong merupakan perintis pemukiman orang Cina di Pontianak. Hal ini kemudian menjadi dasar kebijakan sultan untuk menentukan wilayah pemukiman orang Cina di Pontianak, yaitu di sebelah utara Istana saat ini itulah Siatan. Sultan juga menetapkan kebijakan bahwa orang Dayak diberi kebebasan mendirikan daerah pemukiman di sebelah utara Istana, yang letaknya di daerah sepanjang Sungai Ambawang. Hal ini didasari oleh pertimbangan bahwa daerah tersebut masih memungkinkan bagi orang Dayak untuk mengembangkan sistem pertanian lading gilir balik, semacam tradisi bertani orang Dayak.

Perkembangan pemukiman dimulai dengan adanya pengakuan pemerintah Kompeni Hindia Belanda pada tahun 1773, kemudian pada tanggal 5 Juli 1779 Sultan Pontianak telah mengadakan perjanjian dengan VOC yang bertujuan untuk mengatur dan mempertahankan negeri ini secara bersama-sama, dan kemudian diberi tempat oleh Sultan Pontianak membangun perkantoran dan pemukiman di seberang selatan Sungai Kapuas.