Opini

’95 Bersama Habibie

’95 Bersama Habibie
Jarak 5 meter meliput the smiling general, Soeharto

Di momentum KTT Teknologi inilah kali pertama diterapkan teleconferen. Dimana ajang KTT dibuka langsung oleh Presiden RI HM Soeharto dari Binagraha, Jakarta. Sajian penghubung internet saat itu sesuatu yang sangat wah…
Saya baru klik. Ooh ini takwil mimpi saya. Meliput si pemberi jam tangan emas, Presiden RI the smiling general.
Seusai pembukaan yang interaktif antara Pak Habibie dan Pak Harto, para kuli tinta menyerbu Habibie untuk wawancara, tak terkecuali Adang dan saya. Sayang waktu itu tak ada kamera…kamera yang dibawa ala tradisional. Isi film habis dipakai saat Diklat. Satu satunya harapan adalah melihat hasil cetak humas, namun tidak ada yang memajang hasil jepretannya. Padahal posisi dengan Pak Habibie sangat dekat.

Lagi lagi kecewa sedikit ga pa pa, sebab momentum emas tak bernilai harganya. Sebab saya jadi tahu, ternyata sosok super genius itu bertubuh semampai. Lucu. Dan culun…semestinya lebih banyak anak bangsa yang bertubuh tinggi, besar, berpikiran lebih besar…

*

Kekaguman pada figur Habibie dimindset juga oleh berita TVRI, saluran satu satunya TV Indonesia era 80-an. Beliau tokoh sentral kebangkitan teknologi Indonesia. Semasa Pak Harto presiden kepercayaan posisi Menristek selalu jatuh ke pundak pria kelahiran Pare pare Sulawesi Selatan itu.