Saya termindset juga oleh berita TVRI soal Habibie. Dan saat SMP, tahun 87 saya membaca Setengah Abad Habibie. Sebuah buku tebal. Hampir 2x lipat tebal Quran.
Dari buku itu saya tahu Habibie suka berenang, giat baca buku, dan sosok pejuang. Dia juga suka menulis puisi. Jiwa teknologinya berpadu dengan rasa sastra. Sebuah perpaduan yang unik.
Dari membaca buku 50th Habibie saya kemudian membaca buku karya A Makmur Makka orang dekatnya. Banyak sisi menarik sosok yang kemudian menjadi Wapresnya Soeharto dan ketika reformasi bergulir, Habibie menjadi Presiden RI ke-3.
*
Tahun 95 di bumi khaTULIStiwa dicanangkan gerakan gemar membaca dan menulis. Saya meliput kegiatan yang dibuka Presiden RI Soeharto. Kali ini kamera analog ready. Hasil jepretan jarak 5 meter pun diperoleh.
