Faktanya respon terhadap tindakan Ahok sudah masuk pada wilayah simbolik. Ahok sudah diberikan makna luas. Ahok bukan lagi nama pelaku yang dituduhkan melakukan pelecehan. Ahok bukan lagi nama orang yang harus dituntut dan ditindak secara hukum.
Kini, ahok adalah kata ganti untuk komunitas tertentu.
Respon terhadap ahok bagi sebagian orang adalah respon terhadap komunitas itu. Pemaknaan seperti ini tentu saja mengkhawatirkan. Respon seperti ini sudah jelas menakutkan.
Bagaimana pun banyak hal buruk bisa terjadi di tengah pemaknaan seperti ini. Oleh karena itulah pemerintah dan aparat perlu melakukan tindakan dan langkah-langkah untuk mencegah pemaknaan kata ahok yang meluas ini agar tidak dipahami di kalangan yang luas. Malah harus diupayakan memahami kata ahok dengan makna Ahok, seperti pemaknaan asal. Sudah pasti upaya ini tidak bisa dibebankan pada pemerintah saja.
Elemen masyarakat harus turut berperan dalam upaya ini. Malah sebaiknya mereka yang harus memainkan peran lebih banyak. Semoga damai selalu hadir di hati dan di antara kita, warga Kalbar ini. (*)
