Tahun 2010, Craig A. Anderson, Edward L. Swing dan Muniba Saleem (Iowa State University); Akiko Shibuya (Keio University); Nobuko Ihori (Ochanomizu University); Brad J. Bushman (VU University and University of Michigan) serta Hannah R. Rothstein (City University of New York) memeta-analysis efek video game bernuansa kekerasan pada prilaku agresif secara lintas budaya dalam waktu yang panjang (longitudinal). Ditemukan bahwa main video bernuansa kekerasan dapat meningkatkan prilaku agresif serta dapat mnurunkan empati dan prilaku pro=sosial yang bersangkutan. Walaupun efeknya tidak cukup kuat.
John, L. Sherry, 2001, memeta-analysis 24 penelitian tentang permainan video pada prilaku agrsif anak-anak. Ditemukan bahwa permanian itu mempunyai efek yang rendah terhadap sifat agresif seseorang.
Ternyata, ratusan penelitian internasional tetang hubungan antara bermain video dan prilaku agresif anak-anak yang dimetanalysis menunjukkan efek yang rendah atau bahkan ada yang inkonklusif. Mengapa?
Karena, dalam penelitian di bidang ini, pada umumnya, pengambilan sampel secara acak tidak dapat dilakukan. Demikian juga tidak mungkin dilakukan penelitian percobaan dengan kelompok pembanding dalam waktu yang lama.
