- Dalam penelitian eksperimen, setelah beberapa waktu anak=anak selesai bermain video game bernuansa kekerasan dilakukan pengukuran efeknya (long termefek jangka pendek). Terlihat, beberapa saat kemudian ‘efek’ tersebut ‘dilepaskan’. Dan, yang bersangkutan kembali tenang. Tidak agresif. Apa yang terjadi di waktu-waktu berikutnya (long-term), tidak jelas karena tidak cukup informasinya.
- Walau korelasi antara bermain video game dalam waktu yang cukup panjang dan prilaku agresif cukup terlihat, tetapi besar efeknya cukup kecil sehingga sukar diinterpretasi.
- Apa yang kita pikirkan sebagai video yang bernuansa kekerasan, sesungguhnya, ternyata kekerasan itu tidak tunggal tetapi bergradasi. Keadaan seperti ini sering luput dari perhatian para peneliti. Terjadilah ‘carukan’ apa yang disebut video game bernuansa kekerasah.
- Dampak pada anak yang bersangkutan juga perlu diberi catatan. Apakah menghasilkan luka fisik atau luka batin. Bermain game dapat menimbulkan rasa stress tetapi belum tentu berprilaku agresif.
Dengan demikian, walaupun perdebatan ini sudah lebih dari seabad, hasil-hasil penelitian tetap belum konklusif, mungkin memang tidak akan konklusif. Tetapi, hasil meta-analysis menunjukkan efek yang signifikan walau kecil.
Itu berarti tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa anak-anak yang bermain video game yang benuansa kekerasan akan melakukan tindakkekerasan yang serius.
