Belum reda keterkejutan kita terhadap hasil putusan pengadilan untuk tindakan kekerasan bagi pemberantas korupsi di negara ini yang didasari oleh alasan ketidaksengajaan.

Tiba-tiba muncul kehebohan baru, seorang koruptor besar yang di-“wanted” oleh negara, Djoko Tjandra bisa lolos dari Indonesia dengan selamat tiada kekurangan satu serta lain hal. Lebih tidak masuk di akal pikiran, baik sangka kita, bos besar itu berhasil mengubah status kewarganegarannya melalui bantuan para oknum dari “Gank” Abdi Negara di Republik yang kita banggakan ini.

Apa kaitannya antara Hendropriyono dan ke-Arab-araban dari Sultan Hamid II, Anies Baswedan dan sepupunya Novel Baswedan serta para koruptor dan kasus kasus korupsi di negara ini? Baik, kita mulai menguraikannya.

Almarhum Munir yang diracuni di atas pesawat Garuda Air lines menuju Belanda adalah seorang pemberani yang membongkar kasus-kasus korupsi di negeri ini. Ingat, Munir adalah seorang putera Indonesia keturunan Arab.

Apa kaitan kematian Munir dengan Hendropriyono? Tentu saja kita semua sudah mengetahuinya. Bukankah berita-berita nasional sudah banyak menjelaskannya?
Nah, apa kaitannya dengan Anies Baswedan? Tentu saja ada.

Anies adalah saudara sepupu dari Novel Baswedan. Bukankah saat Novel dirawat di RS di Singapura pasca penyiraman air keras di wajahnya, Anies menyempatkan diri membesuknya. Tentulah kronologi kekerasan yang menimpanya secara utuh diuraikan kepadanya.

Apa jadinya jika, Anies Baswedan berhasil maju dalam pencalonan presiden pada tahun 2024? Kita bisa menerka sendiri.