Penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan mengingatkan kita kepada Munir yang mendapatkan tindakan kekerasan yang sama. Ingat tindakan kekerasan kepada Munir, akan mengingatkan kita kepada kasus korupsi masa silam yang sulit diungkap di negara ini.

Ingat kasus korupsi yang sulit diungkap di negara ini, mengingatkan kepada kita baru-baru ini telah terjadi trending topik Djoko Tjandra yang mampu mengalahkan trending topik dari hasil keputusan pengadilan bagi penyiram air keras ke wajah Novel.

Ingat trending topik kasus korupsi Djoko Tjandra, mengingatkan kita kepada para oknum Abdi Negara dari negeri ini. Ingat oknum Abdi Negara dari negeri ini, mengingatkan kita kepada tindakan tegas yang akan diambil oleh pimpinan tertinggi atau kepala negara terhadap para penghianat terbesar negara.

Ingat Kepala negara Indonesia, mengingatkan kita kepada keputusan besar yang akan diambil oleh bapak presiden Indonesia, Joko Widodo, terhadap nasib dan masa depan negara ini, korupsi merupakan dosa terbesar kepada negara. Dulu suka disebut “white colar crime”. Kejahatan berdasi putih.

Ingat kata-kata dari dosa terbesar kepada negara, mengingatkan kita kepada kata-kata dalam pledoi Sultan Hamid II, [“Apakah kejahatan yang paling besar dalam suatu negara? Kejahatan terhadap perorangan? Atau suatu golongan orang-orang? Atau terhadap negara? Tentu kejahatan terhadap negaralah yang paling besar”. . . . . “Saya tetap merasa berbahagia sebagai Putera Indonesia yang telah mendapat kehormatan yang sebesar-besarnya untuk dapat turut serta di dalam perjuangan mencapai Kemerdekaan Bagi Nusa dan Bangsa, Jakarta, 25 Maret 1953, Sultan Hamid II.” Semoga Indonesia tetap aman dan damai, aamiin.]