Siapakah yang menciptakan lambang itu? Dia adalah Sultan Hamid II. Sultan Hamid II tidak dapat dipungkiri oleh siapa pun. Beliau adalah seorang putera Indonesia kelahiran tanah Kalimantan bagian Barat. Ayahnya mengalir darah Arab, Dayak, Bugis, Banjar dan Melayu. Ibunya, mengalir darah kesultanan Turki dan/atau salah satu negara Islam pecahan dari Uni Soviet.

Ingat Sultan Hamid II, baru baru ini akan mengingatkan kita kepada rekaman Hendropriyono di chanel YouTube Agama Akal TV. Ingat Hendropriyono, akan mengingatkan kita pada kasus kematian Munir. Ingat kematian Munir mengingatkan kita kepada maskapai penerbangan Garuda. Ingat Garuda, mengingatkan kita kepada penciptanya yang fenomenal, Sultan Hamid II. Ingat Sultan Hamid II, mengingatkan kepada kita upaya beliau untuk mendapatkan pengakuan kemerdekaan Indonesia dari Belanda. Ingat kata Belanda, mengingatkan kembali kepada almarhum Munir yang wafat dalam perjalanan ke negara Belanda. Ingat Belanda, akan mengingatkan kepada kita perjuangan para tokoh-tokoh anak bangsa keturunan Arab yang memperjuangkan suatu cita-cita mulia, yaitu mendirikan sebuah negara merdeka dari penjajahan bangsa Belanda yang diberi nama Indonesia Raya.

Ingat cita-cita mulia mendirikan negara merdeka yang bernama Indonesia dari para anak bangsa keturunan Arab di negeri ini, mengingatkan kita kepada A.R Baswedan.
Ingat A.R. Baswedan, mengingatkan kita kepada sosok gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang kebijakannya selalu di-bully.

Ingat Anies Baswedan mengingatkan kepada kita sepupunya, Novel Baswedan yang menjadi trending topik baru-baru ini mengenai kasus tidak sengaja penyiraman air keras.