Perayaan Chinese New Year sebenarnya adalah perayaan menyambut musim semi yang disebut dengan chun jie (baca: juen cie), yang artinya menyambut musim semi.
Musim semi disambut dengan sukacita karena musim dingin akan segera berlalu dan tibalah saat para petani untuk menanam lagi.
Tanaman pangan terutama padi (Tiongkok Selatan) dan kebanyakan gandum (Tiongkok Utara) serta tanaman pertanian lainnya.
Karena mengandalkan alam untuk kehidupan mereka, menyambut datangnya musim semi merupakan keharusan yang dirayakan dengan meriah.
Selain disebut Tahun Baru Imlek, banyak juga yang menyebutnya dengan Sincia, yang juga berasal dari dialek Hokkian, dari asal kata xin zheng (baca: sin ceng).
Kata ini merupakan kependekan dari “bulan pertama yang baru”, merujuk pada penulisan “bulan pertama” dalam penanggalan Imlek dituliskan dalam dialek Hokkian berbunyi Cia Gwe.(*Dari berbagai referensi. Penulis Syafaruddin Usman peminat kajian sejarah dan budaya kontemporer Kalimantan Barat)
