Oleh: Kang Rendy Saputra
Ada yang menegur saya di kolom komen atas postingan kemarin. Postingan yang judulnya “GIVING LIVING”. Saya menyebut bahwa banyak diluar sana yang sudah putus asa. Beliau gak setuju, masak banyak yang putus asa?
Saya janji untuk menjawab dengan postingan. Saya janji nulis hari ini. Dan hari ini saya tulis. Tentang habisnya harapan sekelompok generasi. Asa yang sudah tiada. Harapan yang seakan pupus.
Melintas berita di Kumparan, seorang pemuda di Palmerah menusuk ketua RT gegara kesal ditegur. Jika saya bikin survey tentang apa pendapat Anda ketika membaca berita ini, pastilah jawaban paling sering adalah :
“Dasar anak nakal”
“Dasar generasi gak guna”
“Gak makan sekolahan, jadinya berandal”
Dan seterusnya, dan seterusnya…
Melihat berita ini, Saya membaca dengan sudut pandang yang berbeda.
Coba kita fikirkan bersama?
Anak muda nongkrong ribut-ribut nyanyi di jalan? Mengapa dia tidak di rumah?
Lalu mengapa dia bawa pisau? Lalu mengapa sekedar ditegur saja kok marahnya tetiba memuncak sampai menusuk?
Urusan tindakan ini kriminal, itu final. Silakan yang berwajib menangani dengan baik. Namun dari sudut pandang sesama anak bangsa, sesama generasi, mengapa beliau sampai begitu, setidaknya itu yang harus kita jawab.
