Oleh: Ambaryani
Sudah lebih sebulan terakhir, Pontianak diselimuti kabut asap. Sulit bisa menghirup udara segar di Pontianak jika sudah musim begini.
Aktivitas luar rumah menjadi sangat tidak nyaman. Mata menjadi pedas, pernafasan menjadi sesak terkena kabut asap tebal. Sudah banyak yang terkena batuk pilek. Banyak juga yang punya penyakit asma dan alergi debu dan asap menjadi akut dengan kondisi ini.Jika orang dewasa saja sangat terasa dampaknya, apa lagi anak-anak.
Anak-anak tak bisa sepanjang hari dikurung di dalam rumah. Tidak ada aktivitas luar rumah. Dunia bermain mereka jadi sangat terbatas.
Alhasil, televisi menjadi santapan sepanjang hari karena harus stay di rumah. Selain televisi, gadget menjadi daya tarik selanjutnya.
Kondisi ini menjadi dilema baru. Anak-anak terhindar asap dan debu, tapi matanya terus terpapar radiasi dan cahaya televisi juga gadget.
Jika sudah begini, bagai buah simala kama. Maju mundur kena. Menghindari satu bahaya, terkena ancaman bahaya lain.
