Coba mengapa membaca sila sila Pancasila di perisai dibaca melingkar atau berthawaf, ini sebuah pesan agar bangsa ini selalu evaluasi masa lalu, masa kini dan untuk menata masa depan bangsa. Agar jangan lupa peradaban bangsanya, dan perisai tersebut dikalungkan keleher sang elang Rajawali Garuda, maka disebut Garuda Pancasila karena lambang ini representasi dari dasar Pancasila, tetapi mengapa dibenturkan dengan agama, musuh Pancasila adalah saat ini agama.
Prof, belajar dasar Pancasila dimana prof, lalu bikin lagi salam Pancasila, lihatlah mengapa sang Rajawali Garuda Pancasila menoleh ke kanan dihadapan prof, hal itu diambil dari adab bahwa kanan itu sesuatu yg baik dan salam kekanan dalam sholat itu hukumnya wajib, prof mau mendahulukan yang wajib atau yg Sunnah dahulu, yg wajib itu mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi yang terjadi prof “membodohi anak bangsa” palasia lagi kesesatan berpikir dan keracunan berpikir, mengganti Assalamu’alaikum warahmatullahi dengan salam Pancasila ajaran darimana prof, yang mau lima salam sekaligus dan satu salam silahkan jangan diatur atur itu hak pribadi, belajar dahulu dengan Sultan Hamid II yang mampu menjabarkan sila sila Pancasila dalam perisai Pancasila dan cara membaca secara semiotika hukum terhadap dasar negara sebagaimana dipesan Presiden Soekarno.
