Opini

Berkunjung ke RJ Schimmelpennincklaan 3 Den Haag Belanda

Berkunjung ke RJ Schimmelpennincklaan 3 Den Haag Belanda
Syafaruddin DaEng Usman bersama para sahabat yang belakangan bermukim di Harlem Belanda untuk menimba ilmu pra-doktoral mereka


Catatan Syafaruddin DaEng Usman

Sejarah diplomasi Republik Indonesia di masa awal Republik Indonesia berdiri dan hubungannya dengan Kerajaan Belanda tidak banyak muncul dalam diskursus publik. Kita hanya mengenal keberadaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Den Haag yang menjadi rumah bagi warga negara Indonesia di Belanda saat ini.

Dalam suatu kesempatan saat berkunjung ke Nederland pertengahan hingga penghujung April tahun ini, saya dan Isna istri saya, menyempatkan diri mampir di rumah warga negara Indonesia di Negeri Kincir Angin ini.

Saya dapatkan penjelasan dari staf di kedubes, selepas pengakuan Kedaulatan Republik Indonesia tanggal 27 Desember 1949, Komisariat Tinggi Republik Indonesia, sebagai bagian dari mekanisme Uni Indonesia-Belanda, mirip dengan hubungan Inggris dengan Negara Persemakmuran, menjadi perwakilan pertama Republik Indonesia di luar negeri.

Saya mencatat, perwakilan didirikan tanggal 6 Februari 1950, selang dua hari sesudah kedatangan Komisaris Tinggi Mr Mohamad Roem di Belanda pada 4 Februari 1950.

Selanjutnya, berbagai perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia dibuka di berbagai negara, seperti di India, Amerika Serikat, Mesir, dan Filipina. Hingga April 1952, sudah ada 23 Kedutaan Besar Republik Indonesia yang dibuka di berbagai negara, setelah Komisariat Tinggi Republik Indonesia dibuka di RJ Schimmelpennincklaan 3, Den Haag, Belanda.