Opini

Bersama Prof Mahfud

Bersama Prof Mahfud
Kiri ke kanan: Budi Rahman, Fanshurullah Asa, Mahfud MD, penulis, Rasiam Bintang dan Sukiryanto di Hotel Mercure, Pontianak.

Jika ada mis-persepsi masing-masing pihak saya sebagai jurnalis melihat pasti ada yang tidak sambung, tidak sinkron. Kenapa? Karena tujuan pemerintah baik menciptakan lapangan kerja. Tujuan publik demo juga baik, ingin bekerja dengan produktif dengan perlindungan UU yang jelas bagi masa depan mereka.

Di tengah gelombang aksi demo terus bergejolak akhir-akhir ini, ditambah penanganan hukum yang kian refresif, menekan, bahkan menciderai secara fisik dan psikis, saya sebagai orang media hanya usul sederhana kepada Prof Mahfud: buka saja. Komunikasikan saja dengan sebaik-baiknya seterang-benderang mungkin. Insya Allah kita semua warga bangsa Indonesia ini baik-baik dan peduli masa depan bangsa yang merdeka dan berdaulat–secara politik, ekonomi dan budaya. Publik hanif–atau cenderung takwa jika diajak bicara secara manusiawi–sebab inilah hukum Allah—sunnatullah. Sebagaimana salam dijawab salam dengan lebih baik lagi. Apalagi sambil minum kopi diiringi nasi goreng, lontong, bakso atau sate.

Buat saja rembug publik dengan perwakilan masing-masing pihak. Ya BEM Seluruh Indonesia. Seluruh sayap organisasi buruh. Para pengkritik pemerintah dan juga wakil rakyat.