Opini

Refleksi 20 Tahun Perjuangan Sultan Hamid II

Refleksi 20 Tahun Perjuangan Sultan Hamid II

Akhirnya, kita semua bukan seseorang bak lembar kertas putih tanpa catatan hitam. Kita semua pernah salah, pernah cacat, bahkan terjelabak dalam lumpur keburukan. Semua pahlawan kita bukan manusia sempurna. Tapi kebaikan-kebaikan pikiran, tingkah laku, karya, dan perbuatan positifnya yang patut kita junjung tinggi untuk kita hargai bersama. Dalam hal itulah membuat peradaban kita, semua terus bergerak maju, melangkah bersatu padu. Menjadikan kita bangsa yang berkemajuan, bangsa yang berkeadaban.

Tentu dengan melakukan rekonsiliasi bangsa, merekonstruksi sejarah bangsa, dan meresolusi semua keadaan yang ada, semua akan berhasil dilakukan.

Kami akan terus teriak lantang. Baik sebagai kolega yang terus bergairah mengkritisi kebijakan, maupun pendukung putusan-putusan yang membawa kebaikan, kemaslahatan, dan keadilan.

Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia sebagai peserta Seminar Nasional kemarin, dalam rangka DPR-MPR RI Menyerap Aspirasi Pengusulan SULTAN HAMID II sebagai Pahlawan Nasional. Dengan Tema “Quo Vadis Makna Kepahlawanan di Indonesia: Mengukuhkan Keindonesiaan Melalui Pengusulan Sultan Hamid II sebagai Pahlawan Nasional”, pada: Hari Sabtu, 11 Juli 2020, Pukul 09.00 WIB – Selesai, bertempat di Kalimantan Ballroom Hotel Aston Pontianak (dengan mnggunakan Masker & Protokol Covid-19) dan dengan menggunakan Aplikasi ZOOM Meeting & Streaming di teraju id Youtube Channel.