Opini

Corona, Ini Tentang Kasih Sayang

Corona, Ini Tentang Kasih Sayang

Sungguh, sampai hari ini orang-orang yang tidak takut pada virus corona masih sangat banyak. Hatta, corona sudah membunuh 227 ribu orang di seluruh dunia, dan 729 orang di Indonesia. Meski corona telah menyibukkan rumah sakit dengan pasien yang sangat banyak, dan pertugas yang berjuang menyelamatkan nyawa orang-orang yang memerlukan bantuan.

Mereka yang tidak takut ini memiliki narasi tersendiri tentang kematian ini. Kematian adalah takdir. Kematian kalau sudah tiba waktunya tetap terjadi. Soal jumlah, mereka menganggap bahwa setiap hari pun sebelum corona, banyak juga orang yang meninggal dunia. Malah mereka berburuk sangka bahwa kematian jumlah corona itu adalah angka-angkaan.
Ya, memang, hak setiap orang untuk mengeluarkan pendapat. Hak setiap orang untuk percaya dan tidak percaya. Namun, karena mereka berada di sekitar kita, di sekitar orang-orang lainnya, bagian dari penghuni ruang yang sama dengan ruang yang kita tempati, maka sikap mereka jelas sangat mengkhawatirkan kita. Sikap mereka menambah berat beban pemerintah dalam memerangi pandemi corona.

Semoga dengan melihat perkembangan penyebaran virus corona ini, melihat perkembangan cluster-cluster penularan, melihat bagaimana upaya petugas kesehatan, mereka-mereka yang keukeuh pada kekuatan diri menghadapi virus, tergerak hatinya.

Ini bukan soal berani tidak berani. Ini bukan soal akidah.