Opini

Danau di Pinggir Kota

Danau di Pinggir Kota

Perjalanan menuju lokasi lumayan lama. Dari Kobar Ujung, melintasi A Yani, hingga Kuala Dua, dan kemudian tiba di lokasi searah perjalanan ke Alas. Alas adalah bentuk singkat untuk PT Alas Kusuma. Nama ini merujuk pada lokasi perusahaan kayu yang legendaris di Kalbar. Masa jaya kayu Kalbar sekitar tahun 1980-1990an.

Kami tiba di lokasi sekitar pukul 8. Danau di sebelah kanan jalan, terlihat dari tikungan jalan. Tidak terlihat keramaian seperti yang dibayangkan. Malah, kami menjadi pengunjung kedua kala pengelola danau belum bersiap menerima pengunjung. Warung di pinggir danau masih tutup.

Tapi, penjaga kano sudah ada. Kami bisa langsung meminjam kano dan ban pelampung.

Mula-mula anak-anak terlihat agak ngeri-ngeri memulai. Minta dibantu untuk merasa aman. Kami berputar-putar dari ujung ke ujung.

Makin lama anak-anak makin berani. Terakhir malah ingin sendiri. Si Adek, yang walau masih berenang macam berang-berang, tetap ingin bergerak lebih bebas.
Tak peduli kulit sudah berubah warna agak putih biru. Tak peduli ujung jari sudah keriput. Satu setengah jam berlalu. Tak peduli juga ayah bundanya sudah berkali-kali mengajak naik.

Hingga kemudian mereka siap berhenti. Waktu sudah mendekati pukul 10 pagi, dan pengunjung mulai ramai. Pendopo mulai berisi.