Cara terbaik untuk menempatkan manusia di Bumi yang tepat adalah menempatkan Allah sebagai Pencipta dan satu-satunya pemilik dunia. Semua ciptaan bergerak maju, bersama-sama dengan dan melalui manusia (kita), menuju titik akhir yang sama. Setiap makhluk memiliki fungsi di dunia dan tidak ada satu pun yang berlebihan.
Alam semesta, sebagai keseluruhan dan dalam aneka hubungannya, mengungkapkan kekayaan Allah yang tidak terbatas. Diri Allah ada di setiap ciptaan-Nya yang membentuk persekutuan universal. Kita semua berada di dalam persekutuan universal itu.
Karena itu, lingkungan alam mesti diperlakukan sebagai harta kita bersama, sebagai warisan kita dan menjadi tanggung jawab semua orang termasuk dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Sudah saatnya kita mengembangkan suatu pandangan baru tentang ekologi, yaitu ekologi integral. Tidak hanya ekologi rekayasa tetapi juga ekologi sosial, ekologi politik, ekologi ekonomi, ekologi budaya serta ekologi hidup sehari-hari. Kita mesti duduk bersama untuk membuat Bumi sungguh menjadi rumah kita bersama yang melindungi segala ciptaan.
Dialog-dialog antar individu dan antar bidang yang bijak dan sinergis-kolaboratif, termasuk antara agama dan ilmu pengetahuan, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional mesti dilakukan. Untuk menjaga keberlanjutan kegiatan dialog semacam ini, kita mesti juga mengembangkan pendidikan dan spiritual ekologis.
