Opini

Eko-Pastoral Laudato SI

Eko-Pastoral Laudato SI

Oleh: Leo sutrisno

Pandemi global Covid-19 yang berlangsung sangat cepat di tiga bulan pertama 2020 ini mesti disikapi secara positif oleh siapa pun. Karena telah mengganggu, jika tidak boleh disebut melumpuhkan, semua sistem rekayasa dan sistem sosial telah yang dibangun hingga saat ini. Seluruh dunia merasa tercekik dan linglung.

Mungkin peristiwa ini merupakan salah satu bukti dari apa yang dituliskan Paus Fransikus dalam Ensiklik Laudato Si (LS), 2015. Bumi ini sedang menjerit karena segala kerusakan yang telah kita timpakan padanya. Karena kita berpikir bahwa kita sebagai tuan dan penguasanya maka telah menggunakan dan memanfaatkannya dengan kurang bertanggung jawab (LS ps2). Kita lupa bahwa Bumi ini merupakan ‘Rumah kita bersama’ yang melindungi segala makhluk.

Kita menyaksikan, Bumi telah berubah fungsi dari tempat tinggal yang nyaman menjadi tempat pembuangan sampah yang sangat luas. Akibatnya, terjadi pemanasan global, kekurangan air, penurunan keanekaragaman hayati, dsb yang mengarah pada kerusakan lingkungan yang berat (LA 17-42).

Bukan hanya kerusakan lingkungan yang muncul, kini juga telah berlangsung kemerosotan sosial. Media massa dan dunia digital yang hadir di seluruh penjuru dunia dapat menghalangi orang untuk hidup dengan bijaksana, berpikir secara mendalam dan mencitai dengan murah hati.