Kekeliruan keempat dalam praktek belajar tuntas yaitu pada kegatan remadiasi. Banyak guru yang melakukan remediasi dalam bentuk pelajaran ulang dan ‘diborong’ satu-dua hari penuh di akhir semester. Bukan seperti itu!!!. Kegiatan remediasi mesti dilakukan pada setiap akhir proses belajar per pokok materi (setelah tes formatif/tes diagnostik dilakukan khusus pada pokok materi).
Remediasi yang dapat dilakukan juga bukan pengajaran ulang saja. Banyak bentuk kegiatan remediasi kesulitan belajar. (akan disajian pada kesempatan yang lain).
Inilah sejumlah pokok pikiran tentang praktek penggunaan strategi belajar tuntas yang biasa dilakukan di banyak sekolah. Jika strategi belajar tuntas ini dilakukan dengan seksama tentu, fungsi guru sebagai ‘aktivator belajar’ dapat diwujudkan.
Semoga!
Pakem Tegal, Yogya. 11-1-2020
