Lewat tukilan Hut Pemprov Kalbar hari ini, 28/1/21 kita mengenang dua kata MAJU dan INOVATIF bukan barang baru dalam roda sejarah. Sikap inovatif dan hendak daerahnya maju sudah ada sejak lama. Bahkan sejak masa raja-raja dan Sultan-Sultan. Juga jejak para ilmuwan serta para ulama daerah istimewa ini.
Lihat betapa invatifnya Maharaja Imam Sambas, Syech Muhammad Baisuni Imran yang mengirimi Syech Muhammad Abduh–Pemimpin Redaksi Almanar di Mesir? Jawaban atas pertanyaannya, “Kenapa Kaum Muslimin Mundur sedangkan Kaum Kafir Maju?” Dijawab panjang lebar menjadi sebuah buku. Buku yang menjadi bacaan wajib para ulama kelas dunia. Di mana setiap ulama besar yang hadir ke Kalbar selalu menitahkan kisah ini. Saya mendengar langsung dari Ketua MUI KH Hasan Basri–pengganti Prof Dr HAMKA. Juga saya dengar dari KH Zainuddin MZ. Termasuk Aa Gym serta Prof Dr Ustadz Abdul Somad. Saya juga punya buku hebat tersebut warisan dari ayahanda H Hasan Har. “Padahal Sambas saat pertanyaan diajukan Syech Muhammad Baisuni Imran belum lagi masuk dalam peta,” ungkap KH Zainuddin MZ membuat jamaah Mesjid Raya Mujahidin tersenyum-tawa. Senyum dan tawa bangga akan kemajuan literasi daerahnya. Inovasi pendidikan dan dakwahnya.
