Kala itu walikota Pontianak, Pak Buchary memberikan dukungan. Ada program khusus untuk Sungai Jawi. Termasuk membuat turap dan membangun jalan di pingguran sungai, serta membuang gertak-gertak kecil.
Tetapi, tidak mudah bagi Bang Isron mewujudkan mimpinya. Bahkan hingga akhir hayatnya, dia tak melihat hasilnya. Tahun 2000an, sungai Jawi bagian ujung masih tertutup rumput. Pak Buchary juga tak sempat menikmati hasil utuh dari program rintisannya.
Kini, di tahun 2018, saya beruntung melihat hasilnya. Di era walikota Sutarmidji, harapan yang diungkap Bang Isron, terwujud. Setelah 20 tahun berproses.
Setelah masa yang panjang saya bisa melihat sungai yang bebas rumput. Sungai yang lempang.
Bang Isron, semoga ide dan kerjamu yang bermanfaat untuk orang banyak itu menjadi ladang amal yang mengalirkan pahala yang berkelanjutan.
Alfatihah untuk Bang Isron. (*)
