Rubrik surat pembaca isinya tulisan dari masyarakat yang menyampaikan keluhan atau pertanyaan menyangkut persoalan sosial.
Sarman bin Sariban (SBS) melalui tulisannnya berharap kepada kaum hartawan di Borneo Barat untuk peduli terhadap nasib sesamanya dengan cara kaum hartawan itu tidak rakus terhadap hartanya, namun bersedia membantu kesusahan penduduk Bornek Barat yang membutuhkan bantuan. Dengan demikian maka akan muncul sedikit demi sedikit kepedulian dan kesadaran dari kaum hartawan kepada bangsa dan tanah airnya di Borneo Barat dari penindasan dan kesewenang-wenangan.
Dalam BBB rubrik Surat Kiriman (surat pembaca), diantaranya terdapat beberapa pelanggan dari BBB yang menyampaikan pikirannya dalam rubrik tersebut, seperti OMN (Oeraij Moeslimoen Nalaprana) yang menyampaikan unek-uneknya mengenai nasib lulusan HIS di Sambas yang sejak tahun 1915 para murid lulusan sekolah itu sangat jarang yang diterima masuk ke jenjang yang lebih tinggi aehingga dipertanyakan apa penyebabnya hal itu bisa terjadi.

Berita-berita mengenai mirisnya dunia pendidikan di Mempawah juga disuarakan dalam kiriman pembaca, di mana pengirim tulisan yang menuliskan namanya Koembang Mempawah menyampaikan berita tentang usaha dari guru sekolah di Mempawah dalam mencari anak-anak yang mau bersekolah.
Di antara iklan dalam majalah BBB, usaha jasa penjahit pakaian dan penjualan topi serta dasi dari seorang bernama Ban Soen.
