Opini

(Jelang) Seabad Pers Kalimantan Barat

(Jelang) Seabad Pers Kalimantan Barat
Ranie Suleiman (Bung JAS Affandie) ditengah berkacamata. Foto para jurnalis Kalbar di Pontianak angkatan pertama (1919–1920-an). Tampak antara lain DaEng Tatar, Ya’ Idris Daham Noor, Mr Eddy Tala, Gusti Mohamad Haidlir, Ranie Suleiman (Bung JAS Affandie, penulis puisi modern pertama Kalbar di Majalah Pandji Pustaka Jakarta), DaEng Alie, dan lainnya (foto koleksi Din Osman)

Iklan dari Toko Fuku menawarkan barang dagangannya berupa sepatu, kemeja, payung, mantel hujan dan lain-lainnya. Iklan dari Sarman bin Sariban menawarkan jasa untuk mengalihbahasakan dari bahasa Belanda ke bahasa Melayu atau sebaliknya. Sarman bin Sariban pada masa itu termasuk golongan yang pandai.

Di samping itu, terdapat juga orang asing yang menawarkan jasanya dalam iklan di BBB, seperti Honda, seorang berkebangsaan Jepang yang menawarkan jasa tukang gambar atau lukis dan sebagai juru potert atau fotografer. Honda beralamat di Roemah Gambar sebelah Toko Fuku.

Sayangnya majalah Borneo Barat Bergerak hanya terbit selama 1919–1920, kurang lebih setahun penerbitan. Dikarenakan pihak penerbit kekurangan dana untuk mencetak majalah tersebut, kurangnya dana akibat dari jumlah pelanggan yang tidak memgalami kenaikan, tamatlah riwayat BBB yang lahir hampir (1 Oktober 2019 mendatang) seratus tahun lalu …

* Syafaruddin Usman MHD, historian researcher