Benar tidak mungkin melibatkan rakyat untuk pasal per pasal, tapi kami dapatkan hatinya Presiden untuk membuka ruang dialog yang dialogis. Kami semua ini rakyatmu anak-anakmu. Kami rindukan Bapak kami hadir kembali di hati dan pikiran kami. Kami ini juga memikirkan kemakmuran NKRI. Pak De Jokowi……Pak……Pak…..dengarkanlah jeritan hati kami, anak-anak Bumi Pertiwi. *
Baca Juga:Sisi Lain Hujan dan Banjir
