Ajakan ini merupakan salah satu cara menghidupi ajaran Paus Fransiskus tentang pewartaan Injil di dunia dewasa ini (Evangelii Gaudium/EG). Kita semua diminta ‘pergi ke luar’ dari zona nyaman, dengan berani dan sanggup mencapai semua ‘batas paling tepi’ (EG 20).
Paus Fransiskus mengingatkan bahwa Gereja harus bertumbuh sebagai komunitas yang mempunyai suatu daya tarik-daya ubah (EG 12). Kita semua, sebagai pewarta kabar sukacita (EG 24), harus bersedia ‘memakai bulu domba’ agar ‘domba-domba’ yang akan diselamatkan tidak menjauh ketakutan. Kita juga harus sabar sehingga apa yang dilakukan berbuah. Namun, karena tugas ini tidak mudah, maka kita harus teguh hati. Jika diperlukan, harus siap menjadi martir.
Walau demikian, Kita harus tetap bersukacita karena satu langkah kecil manusia, di tengah segala keterbatasaanya, lebih menyenangkan Allah daripada suatu kehidupan yang menjalani hari-harinya dengan penuh ketertiban tetapi tanpa kesukaran –kesukaran yang besar (EG 44).
Bapa Yusuf ‘hanya’ melakukan langkah kecil, membawa keluarganya mengungsi, menghindari gerakan pembunuhan bayi oleh raja Herodes. Tetapi, dampak dikemudian hari, sungguh luar biasa. Penyelamatan umat manusia.
Bagaimana kita? Sudahkan berdaya ubah?
Semoga!
