Opini

Kembali Ke Rusen Bersama Sabhan Rasyid

Kembali Ke Rusen Bersama Sabhan Rasyid

Pentigraf yang digarap Sabhan Rasyid juga atas keresahannya terhadap ketidakseimbangan lingkungan hidup yang terjadi di Singkawang. Abrasi pantai dan galian tanah sebagai fakta riil di lapangan, difiktifkan untuk membangun karya sastranya. Hal semacam ini dipicu oleh pedulinya terhadap anak-anak Singkawang yang menggunakan pantai dan tanah lapang sebagai tempat bermain. Kelestariannya tidak dijaga maka anak-anak kehilangan tempat bermain dan tidak punya cerita untuk generasi mendatang.

Kelestarian lingkungan niscaya dipertahankan di tengah perubahan dan melalui sastra dapat disuarakan dan didokumentasi ruang dan waktunya sekaligus pelajaran (ibrah) dan praktik baik dapat ditularkan. Ekokritik melihat lingkungan hidup melalui karya sastra, khususnya di Singkawang dan umumnya Kalimantan Barat serta Indonesia berpotensi memberi dampak positif bagi hidup dan kehidupan di lingkup kecil. Upaya dan praktik baik tersebut yang telah turut dilakukan Sabhan Rasyid terhadap lingkungan hidup sekitarnya, Singkawang.(K/F)