in

KEP’s Digital Market

IMG 20200903 WA0011

Oleh: Nur Iskandar

KEP’s Digi atawa Kampoeng English Poernama Digital Market adalah pasar yang kami bangun secara kebutuhan sendiri, syukur-syukur bisa membantu warga masyarakat luar. Kami mulai dari inventarisasi produksi kami sendiri yang dibutuhkan anggota komunitas pembelajar kami sendiri. Mulai dari hal-hal sederhana seperti kebutuhan air minum dan bersih, beras, buku, pen, flashdisc, ponsel, pulsa, kuota, pakaian, aneka kelengkapan ibadah semua agama, makanan, jajanan, event, program yang kami kerjakan secara sosio-entrepeneurs, pembinaan pembelajaran Bahasa Inggris secara kopi darat dan kopi daring, hingga kavling tanah maupun perumahan.

Kami membangun dengan dasar soko guru ekonomi Indonesia, yakni koperasi. Kami himpun dana sebagai simpanan wajib dan simpanan sukarela. KEP’s Digi menjadi usaha bersama dengan prinsip gotong royong di mana setiap anggota punya saham sekaligus owner atawa pemilik. Setiap orang menjadi pekerja sekaligus bos bagi KEP’s Digi-nya sendiri.

Alhamdulillah-Puji Tuhan, KEP’s Digi berjalan dari tertatih-tatih, kini berjalan tegap. Dari kecil terus disempurnakan dan inovatif tiada henti. Untuk itu kami mengundang publik untuk terlibat di KEP’s Digital Market ini. Bagi yang mau jadi anggota, silahkan daftar di WA 08125710225.

Baca Juga:  Pasir Putih, Pantai Indah di Selatan Kalbar (2)

Kita bertumbuh dengan 3U: tahu-mau dan mampu. Kita tahu bahwa digital adalah platform zaman now, gak bisa dibantah-bantah lagi. Kalau kita kalah, kita tergilas dan sirna. Then U kedua adalah Mau. Kita mau. Pepatah nenek moyang bangsa kita adalah dimana ada kemauan maka di situ pasti ada jalan. Pun dalam berjalan tak pelit bertanya, sebab malu bertanya, sesat di jalan. Di mana bumi dipijak disitu langit kita junjung. Awak datang kamek sambot. Datang nampak muka, pulang nampak punggung hehehehe. Kaya sekali kita dengan kearifan lokal pribahasa (local wisdom). Secara tak perlu jauh-jauh berguru ilmu wong di kamoeng halaman sendiri ada. Finally, seperti berguru ke padang datar, dapat rusa belang kaki. Berguru kepalang ajar ibarat bunga kembang tak jadi. Kita tentu tidak mau seperti itu. Kita mau lahir, hidup, tumbuh, berkembang, berprestasi, dan regenerasi secara hibridisasi. U ketiga adalah mampu. Soal mampu ini relatif, tapi kita bersatu teguh-bercerai “kawin lagi” kata Grup Band Puck Mude—tetapi maksudnya itu bercanda lelucuan lagu anaks moeda sahaja, tetaplah maksud saya, “Bersatu teguh-bercerai runtuh”.

Baca Juga:  Tidak Ada Masalah Gus Dur dengan Amien Rais

Dagangan utama kami di KEP’s Digi tetaplah informasi dan komunikasi yang telah terbangun sejak 16-8-16 yakni teraju.id yang bertumbuh dalam setahun terakhir ini menembus angka sejuta viewers susudara 🙂 Iklan masuk. Naskah-naskah inspiratif terus hadir dan mengalir. Literasi Digital kita buka punya wa secara bilingual. Kata Jhon Naisbit, “Siapa menguasai informasi-maka dia akan menguasai dunia.” Lets joint with us. *

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

Launching Buku Jalan Tengah Memaknai Corona

Di Balik Launching Buku “Jalan Tengah Memaknai Corona”

peletakan batu pertama dpd demokrat

12 September Peletakan Batu Pertama Gedung Demokrat